Asa Di Tengah Demam Batu Akik

Di tengah latah masyarakat Indonesia dan Kebumen khususnya, terhadap keberadaan batu akik, ada komponen masyarakat yang rela menyumbangkan lahan seluas 13 ha kepada pemerintah diwakili LIPI Kebumen untuk dijadikan bagian dari cagar alam geologi (CAG) Karangsambung guna tujuan penelitian. Penulis yakin, apabila si dermawan sudah tergandrungi pemikiran sempit tentang akik, bukit seluas 13 ha di tengah batuan purba pastinya menghasilkan pundi-pundi kekayaan yang tak terkira.

Sumbangan ini menjadi antithesis dari fenomena masyarakat saat ini yang gandrung pada batu akik, di mana keberadaan batu akik tidak jarang ditemukan di perbukitan yang penuh bebatuan, terlebih bebatuan purba. Lebih lanjut, hibah ini menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan kawasan cagar alam nasional di utara Kebumen ini yang sudah ditetapkan sejak 10 November 2006 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Masalah Kompleks

Pelestarian kawasan cagar alam geologi Karangsambung tidak hanya berhenti pada hibah lahan warga ke pihak LIPI. Masih terdapat berbagai macam masalah kompleks lainnya yang menghantui pelestarian kawasan cagar alam geologi tersebut yakni ketidaktahuan akan keberadaan cagar alam geologi serta keterbatasan perekonomian masyarakat sekitar cagar.

Ketidaktahuan masyarakat sekitar cagar terlihat dari masih banyaknya penambang pasir tak jauh dari cagar yang mengancam keberadaan bebatuan dalam cagar. Ketidaktahuan yang ditambah dengan kebutuhan menjadikan penambangan pasir di dekat kawasan cagar menjadi hal yang lumrah.  Selain kegiatan penambangan pasir, demam batu akik juga dikhawatirkan akan memperparah kerusakan bebatuan dalam cagar.

Jika hal tersebut tidak segera diselesaikan, maka keberadaan cagar batu purba Karangsambung tinggal menjadi kenangan bagi anak cucu kita. Selain itu, keberadaan cagar sangat penting sebagai laboratorium alam terutama bagi para geolog dan calon geolog. Fungsinya sebagai laboratorium alam menjadikan para geolog/calon geolog mendapatkan informasi mengenai bebatuan sebagai bekal dalam aplikasi ilmu mereka di lapangan pekerjaan. Misalnya sebagai bekal dasar dalam mendeteksi keberadaan minyak bumi, gas alam, batu bara serta unsur mineral penting lainnya yang penting bagi kehidupan bernegara. Bisa dibayangkan, apabila keberadaan laboratorium alam tersebut rusak, maka bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dengan kapasitas keilmuan para geolog/calon geolog kita.

Kenapa cagar alam geologi Karangsambung penting bagi para geolog?. Jawabannya adalah CAG Karangsambung memiliki batuan metamorf sekis mika. Batuan tertua yang tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa dan satu-satunya di Indonesia.

Pemecahan

Terkait dengan permasalahan yang muncul di CAG Karangsambung, yakni ketidaktahuan masyarakat serta desakan ekonomi, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kelestarian cagar alam geologi Karangsambung. Pemecahan tersebut adalah edukasi dan optimalisasi CAG Karangsambung sebagai obyek wisata.

Edukasi bisa dilaksanakan dengan cara sosialisasi yang massif dan terstruktur melalui komunitas-komunitas yang terdapat di sekitar cagar. Pemanfaatan komunitas Yasinan, Ibu-Ibu Arisan, Muslimatan, Kelompok Tani serta kelompok-kelompok remaja semisal Karang Taruna yang tersebar di dusun dan desa sekitar cagar.

Keterbatasan sumber daya dalam sosialisasi tidak bisa menjadikan upaya pelestarian cagar terhenti. Banyak terdapat sumber daya sumber daya yang bisa dimanfaatkan dalam mendukung  edukasi semisal mahasiswa dari Kebumen serta luar Kebumen yang studi banding ke CAG Karangsambung.

Terkait dengan permasalahan ekonomi, CAG Karangsambung bisa dioptimalkan sebagai obyek wisata yang terintegrasi dengan jenis wisata lain yang potensial di sekitar CAG Karangsambung. Semisal susur sungai Luk Ulo hingga menuju hulu, camping di musim kemarau dengan wisata bintang dan kunang-kunang yang masih terdapat di Karangsambung, wisata bertani organik serta jenis wisata alam lainnya. Kesemua jenis wisata tersebut syaratnya harus dikelola oleh masyarakat sekitar, bukan warga masyarakat dari luar kawasan/sekitar cagar. Terkait dengan permodalan, pihak pemda bisa menginisiasinya melalui kewenangan yang dimiliki pemda.

Lebih lanjut, selain wisata di kawasan atau di sekitar cagar, bisa disediakan juga paket wisata untuk menjelajah obyek wisata di Kabupaten Kebumen. Mulai dari pemandian air panas Alian hingga Gua Petruk di Kecamatan Ayah sebelah barat daya Kabupaten Kebumen.

Siapa wisatawannya? Para pengunjung cagar yang sebagian besar adalah mahasiswa geologi perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Bahkan kalau bisa, mahasiswa-mahasiswa asing yang berasal dari perguruan tinggi luar negeri.

Kuncinya adalah pengelolaan paket wisata yang disertai dengan promosi yang aktif dan massif. Selain itu, pelibatan masyarakat sekitar cagar seperti penyediaan logistic adalah salah satu kunci keberhasilan perlindungan cagar dengan instrument objek wisata. Jika hal tersebut tercapai, maka sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Cagar lestari, masyarakat sekitar cagar menjadi madani. Semoga.

_____________

*) Pernah dimuat di Wacana Lokal Suara Merdeka Jawa Tengah, 23 Februari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s